Tawaran Murah Hotel

Selasa, September 23, 2008

SURAT WAHABI

SURAT WAHABI
www.majelisrasulullah.org
Kenalilah Akidahmu 49
Mengenai shalat dua rakaat sebelum jum’at hal itu adalah sunnah, sebagaimana
teriwayatkan dari belasan hadits shahih yang menjelaskan bahwa Rasul saw
melakukan shalat sunnah qabliyyah dhuhur dan ba’diyah dhuhur, dan para ulama dan
muhadditsin berpendapat bahwa shalat jumat adalah pengganti dhuhur, demikian para
Muhadditsin dan ulama berpendapat bahwa pendapat yang kuat adalah Qabliyah
jumat merupakan sunnah. (Fathul Baari Almasyhur Juz 2 hal 426)
ketika khotib duduk diantara dua khutbah, tidak ada shalawat
JAWAB
Tidak pernah ada larangan shalawat diperbuat kapanpun dan dimanapun, shalawat
boleh boleh saja dibaca kapanpun dan dimanapun, silahkan munculkan ayat alqur’an
atau hadits shahih yang mengharamkan membaca shalawat dalam suatu munasabah
tertentu?, lalu bagaimana terdapat pelarangan dari apa yang tidak diharamkan Allah
swt?, ataukah ada syariah baru?
2. Ba’da shalat jum’at, imam tidak mempunyai kewajiban untuk memimpin do’a
bagi makmum dengan suara kuat, silahkan imam dan jama’ah berdzikir, wirid
dan do’a masing- masing
JAWAB
Selama hal itu baik tidak ada salahnya dilakukan, yang tak boleh dilakukan adalah hal
hal yang dilarang dan diharamkan oleh Allah dan Rasul Nya, dan tak pernah ada hadits
dan ayat yang mengharamkan hal ini, maka mengharamkannya merupakan
pengingkaran atas syariah.
3. Dalam shalat jum’at, tongkat yang selama ini dipakai oleh khotib, bukan
merupakan sarana ibadah, hanya kebiasaan Khalifah Utsman, sekarang dapat
ditinggalkan.
JAWAB
Perbuatan sahabat merupakan hal yang mesti kita jalankan hingga kini, termasuk
diantaranya adalah penjilidan Alqur’an, sebagaimana tak satu ayat pun atau hadits
yang memerintahkan Alqur’an untuk dibukukan dalam satu kitab, itu baru dilakukan
dizaman Khalifah Abubakar ra, dan selesai pada masa Khalifah Utsman bin Affan ra,
maka mereka yang merasa tak perlu mengikuti perbuatan Utsman bin Affan ra berarti
mereka pun tak mengakui kitab Alqur’an yang ada hingga kini, karena penjilidannya
baru dilakukan dimasa sahabat, satu hal yang sangat menyakitkan hati adalah kalimat :
“hanya kebiasaan Khalifah Utsman dan sekarang dapat ditinggalkan”, seakan
akan bagi mereka Amirulmukminin Utsman bin Affan ra itu tidak perlu dipanut, bukan
seorang baginda mulia yang sangat agung disisi Allah sebagai Amirulmukminin,
padahal beliau ini dimuliakan dan dicintai nabi saw.
4. Sebelum khotib naik mimbar, tidak perlu pakai pangantar dan tidak perlu
membaca hadits Nabi SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib sedang
khutbah. Tetapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan petugas masjid
tentang laporan keuangan, petugas khotib dan imam, hal ini sebagai perangkat
laporan administrasi masjid bukan proses ibadah dalam shalat jum’at.
JAWAB
Baru ini ada muncul ajaran yang mengatakan bahwa kabar laporan keuangan masjid
jauh lebih baik dari hadits Nabi Muhammad saw
SURAT WAHABI
www.majelisrasulullah.org
Kenalilah Akidahmu 50
DALAM SHALAT TARAWIH / WITIR / TAHAJJUD
Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan dimalam hari disunnahkan shalat
tarawih, witir, yang selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena itu perlu
dikeluarkan himbauan ini.
1. Shalat tarawih, dilakukan Nabi SAW, sebanyak 8 rakaat dan 3 rakaat witir dapat
dilakukan dengan cara 4-4-3.
JAWAB
Rasul saw melakukan shalat malam berjamaah dibulan ramadhan lalu
meninggalkannya, dan tak memerintahkan untuk melakukannya, dari sini kita sudah
mengetahui bahwa shalat sunnah tarawih adalah Bid’ah hasanah, dan baru dilakukan
di masa Umar bin Khattab ra, yang mana beliau melakukannya 11 rakaat, lalu
merubahnya menjadi 23 rakaat, dan tak ada satu madzhab pun yang melakukannya 11
rakaat, Masjidilharam menjalankannya 23 rakaat, dan Masjid Nabawiy Madinah hingga
kini masih menjalankan madzhab Imam Malik yaitu 41 rakaat, tak ada satu madzhab
pun yang melakukan 11 rakaat. (Rujuk Sunan Imam Baihaqiy Al Kubra, Fathul Baari
Almasyhur, Al Umm Imam Syafii)
2. Tidak disunahkan membaca do’a bersama-sama antara rakaat.
JAWAB
Namun tak ada pula hadits yang mengharamkannya, maka tak ada hak bagi muslim
manapun untuk mengharamkan hal yang tak diharamkan oleh Allah, dan berdoa boleh
saja dilakukan kapanpun dan dimanapun, dan melarang orang berdoa adalah
kesesatan yang nyata.
3. Tidak dibenarkan antar jama’ah membaca shalawat Nabi bersahut-sahutan
JAWAB
Allah swt memerintahkan kita bershalawat, maka melarang seseorang untuk
menjalankan perintah Allah swt Kufur hukumnya.
4. Sebelum ramadhan tidak perlu shalat tasbih dan shalat nisfu sya’ban dan
sedekah ruwah karena hadits tentang kedua shalat tersebut ternyata dhaif, lemah
dan berbau pada hadits maudhu (palsu) karena terputus parawinya dan shalat ini
tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan Sahabat.
JAWAB
Mengenai shalat Tasbih maka haditsnya jelas diriwayatkan pada Almustadrak ala
Shahihain dan berkata Imam Hakim bahwa hadits itu shahih dengan syarat Imam
Muslim, dan Ibn Abbas ra melakukannya, dan para Muhadditsin meriwayatkan
keutamaannya, dan Rasul saw memerintahkannya (Rujuk Fathul Baari Almasyhur,
sunan Imam Tirmidzi, sunan Abi Daud, sunan Ibn Majah, Sunan Imam Baihaqi
Alkubra).
Satu hal yang lucu adalah ucapan : “berbau pada hadits maudhu (palsu)”, ini baru
muncul Muhaddits baru dengan ilmu hadits yang baru pula, yang mana belasan perawi
hadits yang meriwayatkan hal itu namun para ulama sempalan ini mengatakan hal itu
mesti dihapuskan.
SURAT WAHABI
www.majelisrasulullah.org
Kenalilah Akidahmu 51
5. Pada shalat witir dibulan ramadhan, tidak perlu ada do’a qunut.
JAWAB
Qunut bukan hal yang wajib, Qunut hukumnya sunnah, Qunut pada shalat witr
diriwayatkan dengan hadits shahih pada Shahih Imam Ibn Khuzaimah hadits no.1095,
Sunan Imam Addaarimiy hadits no.1593, Sunan Imam Baihaqy Alkubra hadits no.4402,
Sunan Imam Abu dawud hadits no.1425, dan diriwayatkan pula bahwa membaca qunut
witir adalah sesudah setengah pertama ramadhan, yaitu pada setengah kedua (mulai
malam 15 ramadhan) (Al Mughniy Juz 1 hal 448) tak ada madzhab manapun yang
mengharamkan Qunut di subuh, di witir, bahkan hal ini merupakan sunnah dengan
hujjah yang jelas, maka bila muncul pendapat yang mengharamkan Qunut maka jelas
bukanlah muncul dari ucapan ulama ahlussunnah waljamaah.
DALAM UPACARA TA’ZIYAH
1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi Umat Islam untuk
ta’ziyah selam tiga hari berturut-turut.
JAWAB
Tidak ada satu madzhab pun yang mengatakannya wajib, hal ini sunnah muakkadah,
tidak ada dalil ayat atau hadits shahih yang mengatakan takziyah 3 hari berturut turut
adalah wajib.
2. Kebiasaan selama ini yang masih melakukan hari ke 7, ke 40 dan hari ke 100
supaya ditinggalkan karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan
tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha,
menjadi upacara dari kerajaan Hyang dari daratan Tiongkok yang dibawa oleh
orang Hindu ketanah melayu tempo dulu.
JAWAB
Mengikuti adat kuffar selama itu membawa maslahat bagi muslimin dan tidak
melanggar syariah maka itu boleh saja, sebagaimana Rasul saw pun ikut adat kaum
yahudi yang berpuasa di hari 10 Muharram (asyura) karena hari itu hari selamatnya
Musa as dari kejaran fir’aun, maka Rasul saw pun ikut berpuasa dan memerintahkan
para sahabat untuk berpuasa asyura (rujuk shahih Bukhari, shahih Muslim)
Demikian pula kita menggunakan lampu, kipas angin, karpet, mikrofon, speaker dll
untuk perlengkapan di masjid yang kesemua itu adalah buatan orang kafir dan adat
istiadat orng kafir, boleh saja kita gunakan selama itu manfaat bagi muslimin dan tidak
bertentangan dengan syariah, demikian pula Alqur’an yang dicetak di percetakan, dan
mesin percetakan itupun buatan orang kafir, dan mencetak buku adalah adat orang
kafir, juga Bedug di masjid yang juga adat sebelum islam dan banyak lagi.
Boleh boleh saja kumpul kumpul dzikir dan silaturahmi dirumah duka 7 hari, 40 hari,
bahkan tiap hari pun tak apa karena tak pernah ada larangan yang mengharamkannya.
3. Dalam ta’ziyah diupayakan supaya tidak ada makan-makan, cukup air putih
sekedar obat dahaga.
JAWAB
Bukankah air putih pun merupakan hidangan?, bila anda mengharamkan hidangan
bagi yang takziah, lalu dalil apa yang anda miliki hingga anda memperbolehkan air
SURAT WAHABI
www.majelisrasulullah.org
Kenalilah Akidahmu 52
minum dihidangkan?, telah sepakat Ulama bahwa hidangan di tempat rumah duka
hukumnya makruh, sebagian mengatakannya mubah.
4. Acara dalam ta’ziyah baca surat Al Baqarah 152-160, kemudian adakan tabligh
yang mengandung isi kesabaran dalam menerima musibah tutup dengan do’a
untuk sang almahrum, tinggalkan kebiasaan membaca surat yasin bersamasama,
tahlil dan kirim fadhilah, semua itu ternyata hukumnya bid’ah.
JAWAB
Aturan mana yang menentukan Al Baqarah 152 – 160 dirangkai Tabligh lalu ditutup
dengan doa?, anda pun mengada ada saja tanpa Nash yang jelas dari hadits shahih.
Tahlil, Yaasiin dan dzikir yang dihadiahkan pada mayyit merupakan amal amal yang
dikirimkan pada mayyit, dan itu diperbolehkan oleh Rasul saw, sebagaimana
diriwayatkan bahwa seorang wanita datang pada Rasul dan bertanya : “wahai
rasulullah, aku bersedekah dengan membebaskan budak dan pahalanya kukirimkan
untuk ibuku yang telah wafat, bolehkah?, Rasul memperbolehkannya, lalu wanita itu
berkata lagi : ibuku sudah wafat dan belum haji, bolehkah aku haji untuknya?, Rasul
saw memperbolehkannya, lalu wanita itu berkata lagi : “wahai Rasulullah, ibuku wafat
masih mempunyai hutan puasa ramadhan sebulan penuh, maka bolehkah aku
berpuasa untuknya?, maka Rasul saw menjawab : Boleh (shahih Muslim)

Tiada ulasan: